Kaltim Unggulkan Kakao, Lidi Sawit dan Arang Kayu untuk Desa Ekspor

Selasa, 8 Februari 2022

SAMARINDA – Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mulai mendata potensi ekspor berbagai macam komoditas pertanian, termasuk komoditas perkebunan dan kehutanan yang ada di  10 kabupaten dan kota Kaltim.

“Kita mulai melakukan identifikasi potensi desa untuk mewujudkan target ekspor dari 1.000 desa se-Indonesia mulai melakukan identifikasi potensi desa. Pelaksanaannya kita libatkan Tenaga Pendamping Profesional (TPP) sesuai lokasi tugas masing-masing,” ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim, Muhammad Syirajudin , Senin  (7/2/2022).

Kabar adanya pendataan atau identifikasi potensi desa untuk pasar ekspor ini dikatakan Syirajudin usai kunjungan kerja Pejabat Fungsional Kemendes PDTT Muhammad Yasin ke Samarinda beberapa waktu lalu.

Syirajudin menilai, potensi ekspor komoditas pertanian dari Kaltim yang baru terdata yakni potensi perkebunan kakao atau buah coklat di Kabupaten Mahakam Ulu yang kualitas biji kakao nya sangat bagus.

Muhammad Syirajudin – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim

“Data potensi dimaksud diperlukan secara detail seperti misalnya potensi coklat ada di desa mana saja, luasan lahannya berapa, jumlah produksinya berapa, jadwal waktu panennya, hingga pasarnya kemana,” jelasnya.

Dijelaskannya, dari potret potensi desa nantinya akan dipetakan desa yang bisa dilibatkan untuk ekspor coklat. “Misalnya desa A dan Desa B produksinya sekian ton untuk memenuhi produksi bulan ini. Kemudian Desa C dan Desa B untuk produksi bulan ini. Semua terpetakan secara jelas,”jelasnya.

Diakui  Syirajudin, kegiatan identifikasi ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan nasional Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) tahun 2021, dimana Kaltim menjadi tuan rumah.

Kemendes PDTT , jelasnya ditantang mewujudkan ekspor produk dari 1.000 desa se-Indonesia, termasuk dari Kaltim yang telah melakukan ekspor bilah lidi kelapa sawit dan arang kayu halaban.

Syirajudin menyambut positif informasi identifikasi 1.000 desa potensi ekspor yang disampaikan oleh pemerintah pusat melalui Kemendes PDTT. Diharapkan   di masa depan semakin banyak desa-desa di Indonesia, termasuk Kaltim yang dapat melakukan  ekspor produk unggulannya.

“Masalahnya, potensi yang ada di kabupaten/kota belum tergali secara maksimal dan keterbatasan akses saja. Dengan fasilitasi Kemendes PDTT, kita  yakin produk unggulan desa bisa dijual di pasar internasional,”harapnya.(yan)

banner-home-panjang

Baca Juga

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *