Berlaku di Seluruh Kaltim, Disperindag Tetapkan HET Minyak Goreng

Rabu, 2 Februari 2022
HM Yadi Robyan Noor - Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kaltim

SAMARINDA  –  Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM sejak Selasa, 1 Februari 2022 telah memberlakukan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng kemasan,  sesuai dengan arahan Kementerian Perdagangan RI.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM, HM Yadi Robyan Noor membenarkan bahwa harga minyak goreng kemasan di tingkat masyarakat telah sesuai dengan imbauan Kementerian Perdagangan RI.

 “Benar, kita sudah memberlakukan HET untuk minyak goreng di Kaltim yang ditetapkan Kementerian Perdagangan,” ujar Yadi Robyanoor, saat dihubungi pada Rabu (2/2/2022).

Dijelaskan,  HET minyak goreng terbagi dalam tiga kategori. Untuk minyak goreng curah HET dipatok seharga Rp 11.500/liter, minyak goreng kemasan sederhana seharga Rp 13.500 dan minyak goreng kemasan premium dijual dengan harga Rp 14.000/liter.

Yadi Robyan Noor yang akrab disapa Roby juga mengatakan kebutuhan minyak goreng di Kaltim per bulan adalah sebesar 546.000 liter atau sekitar 455 ton.

Ia merinci, untuk kebutuhan rumah tangga diperkirakan sebesar 376.740 liter  atau sekitar 314 ton, yang terdiri dari 293.311 liter kemasan premium, 22.277 liter kemasan sederhana dan 55.692 liter minyak goreng curah.

“Untuk kondisi stok minyak goreng di Kaltim pada posisi tanggal 25 Januari 2022 adalah sebesar 658.500 liter atau sekitar 549 ton yang tersebar di tingkat distributor. Sedangkan kebutuhan industri diperkirakan sebesar 169.260 liter atau sekitar 141 ton.

Dikatakan, dalam rangka mendukung pelaksanaan Program Minyak Goreng Satu Harga yang telah ditetapkan oleh Kemendag yang berlaku di seluruh toko swalayan anggota Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo). Sehingga dapat dipastikan seluruh toko swalayan anggota Aprindo di 10 kabupaten/kota di Kaltim telah melaksanakan Program Minyak Goreng Satu Harga ini.

Untuk toko swalayan Non Anggota Aprindo dan juga Pedagang Pasar Rakyat, belum semuanya melaksanakan kebijakan HET ini disebabkan masih dilakukan koordinasi dengan distributor pemasoknya untuk proses verifikasi subsidi selisih harga yang akan diajukan ke Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

Robyan mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aksi borong minyak goreng (panic buying) karena pemerintah melalui distributor akan terus memenuhi stok di pasaran.

“Untuk itu kita terus berkoordinasi dalam rangka edukasi kepada masyarakat dan upaya pengawasan di semua toko swalayan dan pedagang pasar. Karena sesuai Permendag No. 6 Tahun 2022 tersebut, akan dilakukan sanksi yang tegas jika ditemukan penjualan minyak goreng yang melebihi HET yang telah ditetapkan. Pemerintah jakan mengambill angkah-langkah hukum yang sangat tegas bagi para pelaku usaha yang melanggar ketentuan,” tegasnya.

Sementara itu dari pantauan di lapangan, misalnya saja di minimarket berjaringan di Jalan Pahlawan dan Jalan Kulintang Samarinda, harga minyak goreng telah sesuai HET dan konsumen hanya diperbolehkan membeli sebanyak 2 liter saja per pembeli.(yan)

 

banner-home-panjang

Baca Juga

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *