Desa Sangat Tertinggal Berbatasan IKN Nusantara Jadi Perhatian

Selasa, 8 Februari 2022

SAMARINDA – Status Indeks Desa Membangun (IDM) Kampung Gerunggung dan Kampung Soke, Kecamatan Bongan, Kabupaten Kutai Barat,  sangat tertinggal dan harus menjadi perhatian lintas kewenangan, mengingat dua desa ini berbatasan langsung dengan kawasan IKN Nusantara.

Desa Gerunggung dan Tanjung Soke secara geografis lokasinya persis bersebelahan dengan wilayah Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara.

“Makanya harus dibangun bersama lintas kewenangan dan kebijakan, karena ini bukan semata-mata tugas Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD),” ujar Kepala DPMPD Kaltim Muhammad  Syirajudin saat menerima kunjungan Tim Gubernur Untuk Pengawalan Percepatan Pembangunan (TGUP3)  ke Kantor DPMPD Kaltim, pada Selasa (8/2/2022).

Dijelaskan  tugas dan fungsi DPMPD hanya melakukan pembinaan dan pengawasan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.  Nantinya Organisasi Perangkat Daerah diharapkan  mengambil peran sesuai bidang tugas masing-masing.

Misalnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terkait ketersediaan sekolah dan guru, Dinas Kesehatan terkait ketersediaan Puskesmas Pembantu dan tenaga kesehatan, Dinas Energi Sumber Daya Mineral terkait ketersediaan listrik, serta Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat terkait ketersediaan infrastruktur dasarnya.

Muhammad Syirajudin – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim

Dijelaskan Syirafudin, saat ini di Kaltim terdapat 841 desa dengan satu desa berstatus sangat tertinggal yaitu Kampung Gerunggung. Selebihnya 54 desa tertinggal termasuk Desa Tanjung Soke, dan 387 desa lainnya berstatus berkembang, 312 desa maju, dan 87 desa telah berstatus mandiri.

Di Kampung Gerunggung, potensi komoditas unggulan masyarakat adalah perhutanan dengan memanfaatkan usaha lebah madu, rotan dan sarang burung walet. Sedangkan Desa Tanjung Soke, selain kehutanan juga usaha lebah madu dan potensi wisata adat Dayak kuno.

DPMPD Kaltim bersama Tim Gubernur Untuk Pengawalan Percepatan Pembangunan (TGUP3) Kaltim akan membentuk Pusat Data dan Informasi Desa Kampung atau disingkat “Pusaka” Kaltim

Nantinya “Pusaka Kaltim” menjadi basis data tentang sebuah desa atau potret desa. Data akan berisikan segala hal terkait desa mulai dari potensi, kebutuhan, hingga masalah pembangunan desa.

“Misalnya diketahui desa yang belum dialiri listrik akan disasar Dinas Energi Sumber Daya Mineral Kaltim untuk dibangunkan PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya).  Demikian pula untuk  desa dengan potensi wisata akan menjadi target pembinaan pengembangan wisata Dinas Pariwisata,” jelas Syirafudin.(yan)

banner-home-panjang

Baca Juga

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *