Kerukunan Beragama Merupakan Pilar Ketahanan Bangsa

Jumat, 11 Februari 2022

SAMARINDA — Kerukunan antar umat beragama merupakan pilar ketahanan dan kekuatan nasional di Republik  Indonesia. Pilar ini harus terus dipelihara dari waktu ke waktu. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kaltim, Supian Agus dalam acara bertema ‘Peningkatan Moderasi Beragama Untuk Memperkuat Persatuan dan Persatuan Dalam Wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia,” di Hotel Senyiur Samarinda,  Jumat (11/2/2022).

“Pluralitas merupakan ciri kehidupan masyarakat di Indonesia. Pluralitas masyarakat berwujud dalam kemajemukan ras, bangsa, etnis, bentuk fisik, bahasa, tradisi, seni dan budaya, juga agama, kepercayaan, maupun ideologi. Realitas pluralitas merupakan cara agar saling mengenal, saling bekerja sama dalam bingkai persaudaraan,” ucap Supian Agus.

Ditambahkan ada  beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya konflik keagamaan yaitu sentimen agama dan etnis, keinginan melakukan penyebaran agama, adanya isu mayoritas dan minoritas antar pemeluk agama, dan klaim kebenaran (truth claim) masing-masing pemeluk agama.

Diakuinya,  keragaman bangsa Indonesia yang telah dimiliki sejak ratusan tahun lalu, merupakan warisan yang harus dipelihara agar tidak menjadi perpecahan dalam bermasyarakat dan bernegara.

“Dengan perbedaan tersebut apabila tidak terpelihara dengan baik bisa menimbulkan konflik antar umat beragama yang

bertentangan dengan nilai dasar agama itu sendiri yang mengajarkan kepada kita kedamaian, hidup saling menghormati, dan saling tolong menolong,” ujarnya.

Dijelaskannya, kerukunan antar umat beragama meliputi tiga aspek, yaitu kerukunan intern agama adalah kerukunan diantara aliran-aliran yang ada dalam suatu umat atau komunitas agama tertentu.

Kemudian kerukunan antar umat agama di antara pemeluk agama yang berbeda. Misalnya saja antara pemeluk Islam dengan pemeluk Kristen Protestan, pemeluk Katolik, pemeluk Hindu, pemeluk Buddha, dan lainnya. 

Sedangkan kerukunan ketiga berupa kerukunan antar umat beragama dengan pemerintah. Bagaimana keselarasan hidup di antara pemeluk agama dengan para pejabat pemerintah dengan saling memahami dan menghargai tugas masing-masing.

“Melalui kegiatan ini saya mengajak kepada para peserta untuk selalu menjaga kerukunan  sesama umat beragama dan antar umat beragama serta kerukunan umat beragama dengan Pemerintah,” harapnya.

Narasumber dalam kegiatan ini adalah Kepala Kantor Wilayah Kantor  Agama Provinsi Kaltim, yang diwakili oleh Kabag TU, H Muchlis Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Asmuni Ali dan dari Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kaltim,  Dr. Sudirman.

Acara yang berlangsung di Ballroom Hotel Senyiur Samarinda ini dihadiri sekitar 40 orang peserta dari Kesbangpol Kabupaten dan Kota di Kaltim, organisasi Keagamaan dan kemasyarakatan serta organisasi pemuda.(yan)

banner-home-panjang

Baca Juga

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *