Pertumbuhan Ekonomi Kaltim Diperkirakan Positif Hingga Triwulan I 2022

Selasa, 8 Februari 2022

SAMARINDA – Pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalimantan Timur tumbuh positif pada triwulan IV 2021, meskipun melambat jika dibandingkan dengan triwulan III sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi Kaltim tercatat tumbuh sebesar 2,91 persen (yoy/year on year).

“Perekonomian triwulan I 2022 diperkirakan akan terus melanjutkan momentum perbaikan, dengan prasyarat kenaikan kasus Covid-19 pada awal tahun 2022 ini dapat dikendalikan dengan baik sehingga terus membuka peluang peningkatan mobilitas masyarakat dan kegiatan ekonomi daerah yang ditopang oleh program vaksinasi yang semakin baik,” ujar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kaltim, Ricky P Gozali, pada Senin (7/2/2022).

Dijelaskan, pertumbuhan ekonomi Kaltim tersebut masih berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat tumbuh 3,51 persen (yoy). Pertumbuhan ekonomi Kaltim yang positif pada periode ini bersumber dari pertumbuhan positif pada hampir seluruh lapangan usaha.

“Peningkatan kinerja lapangan usaha konstruksi terutamanya disebabkan oleh terus berlanjutnya pembangunan proyek strategis di Kaltim seperti proyek Refinery Unit V Balikpapan yang realisasi progres fisiknya telah melebihi target yang ditetapkan,” jelas Ricky P Gozali.

Ditambahkan jika sejumlah proyek infrastruktur lainnya juga terus berlanjut seperti pembangunan Bendungan Sepaku-Semoi, preservasi berbagai jalan nasional, hingga pengembangan berbagai pabrik swasta di Kaltim.

Peningkatan kinerja lapangan usaha perdagangan, terutama seiring dengan adanya momen Hari Besar Keagamaan Nasional dan Natal Tahun Baru di tengah tidak adanya kebijakan pembatasan mobilitas serta kasus Covid-19 yang masih relatif terkendali di akhir tahun 2021.

Sementara itu, lapangan usaha industri pengolahan juga tercatat tumbuh positif sebesar 2,29 persen (yoy) meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 2,22 persen (yoy). Namun sektor pertambangan juga mengalami perlambatan dengan tumbuh sebesar 2,26% (yoy).

“Sektor pertambangan melambat setelah pada triwulan sebelumnya tumbuh tinggi sebesar 6,60% (yoy). Melambatnya kinerja sektor pertambangan disebabkan oleh tren meningkatnya produksi batu bara Tiongkok sehingga menahan peningkatan permintaan di tengah adanya gangguan cuaca musim penghujan di akhir tahun,” jelas Ricky.

Dari sisi pengeluaran, seluruh komponen tercatat mengalami pertumbuhan positif. Kinerja konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 1,20 persen (yoy) atau  lebih tinggi dibanding triwulan III tahun 2021 yang tumbuh 0,12 persen (yoy).

Pertumbuhan ekonomi Kaltim juga terbantu oleh penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di Kaltim pada triwulan IV 2021 yang masing-masing mengalami tumbuh sebesar mencapai 261,5 persen (yoy) dan 77,53 persen (yoy). Namun demikian, kinerja ekspor Kaltim mengalami perlambatan karena penurunan volume ekspor batu bara dan CPO ke negara mitra utama seperti Tiongkok dan ASEAN.

“Perbaikan tersebut diperkirakan akan terus berlanjut di tahun 2022 seiring dengan meningkatnya permintaan terhadap komoditas batu bara dan CPO yang masih tinggi, utamanya Tiongkok akibat adanya momen Chinese Lunar Year dan Winter Olympics di tengah harga komoditas internasional yang masih relatif tinggi,” ujar Ricky.(yan)

banner-home-panjang

Baca Juga

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *