Terpuruk Akibat Pandemi Covid-19, ASITA Kaltim Akan Hadiri Rakornas di Bandung

Senin, 3 Januari 2022
kata I Gusti Bagus Putra - ASITA Kaltim

SAMARINDA –Jumlah wisatawan mancanegara yang masuk ke Indonesia sejak pandemi COVID-19 menghantam industri pariwisata Indonesia. Tidak main-main, sejak Februari 2020 sektor pariwisata mengalami penurunan yang sangat drastis, dan puncaknya terjadi April 2020 dengan jumlah wisatawan hanya 158 ribu orang.

Parahnya, penurunan wisatawan mancanegara berdampak langsung pada okupansi (tingkat hunian) hotel. Bulan Januari-Februari, okupansi masih di angka 49,17% dan 49,22%. Namun di bulan Maret menjadi 32,24%, dan memburuk saat memasuki bulan April, yaitu sebesar 12,67%.

Melihat kondisi ini Dewan Pimpinan Daerah Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies  (DPD ASITA) Provinsi Kalimantan Timur bertekad akan menghadiri Rapat Koordinasi Nasional ASITA yang dirangkai dengan Perayaan HUT ke-51, rencananya akan berlangsung di ASMILA Boutique Hotel Hegamanah Bandung, tanggal 6-7 Januari 2022 mendatang.

Dampak pandemi COVID-19 pada sektor pariwisata Indonesia juga terlihat dari pengurangan jam kerja. Sekitar 12,91 juta orang di sektor pariwisata mengalami pengurangan jam kerja, dan 939 ribu orang di sektor pariwisata sementara tidak bekerja. Di sisi lain, pandemi COVID-19 juga berdampak langsung pada berbagai lapangan pekerjaan di sektor pariwisata.

“Menurut data BPS 2020, secara nasional sekitar 409 ribu tenaga kerja di sektor pariwisata kehilangan pekerjaan akibat pandemi COVID-19,” kata I Gusti Bagus Putra yang memimpin ASITA Kaltim sejak 13 Juli 2021 lalu.

Dijelaskan Bagus Putra, Pengurus DPD ASITA Kaltim akan menghadiri Rakornas sebagai rapat tertinggi tingkat nasional yang akan menentukan arah organisasi ASITA ke depan.

“ASITA harus bangkit di saat negara dihabisi oleh Pandemi Covid-19, dunia pariwisata adalah yang paling terkena dampaknya, dan ini tekad agar ke depan ASITA terutama ASITA Kalimantan Timur bisa mensupport anggota agar kembali bangkit dalam melayani dunia pariwisata,” ucap I Gusti Bagus Putra saat ditemui media ini ditengah kesibukannya memantau kapal pariwisata di Pelabuhan Mahakam Ilir Pasar Pagi Samarinda, Senin, 3 Januari 2022.

DPD ASITA seluruh se Indonesia  akan kumpul di Rakosnas yang mengambil tema dengan Rakornas kita wujudkan daya saing yang kuat & Tangguh dalam rangka menghadapi pandemi digital, “Ada 14 DPD ASITA se Indonesia, antara lain DKI Jakarta, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Riau, Sumatera Barat, Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Maluku, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Sulewesi Tengah dan Sulawesi Barat.

Selain membicarakan program kerja juga akan dirangkai dengan HUT ASITA ke-51, rencananya akan ada dialog dengan Bapak Dr. Anang Sutono, CHE, Penasihat Senior Menteri Perekonomian dan Destinasi Pariwisata Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Disisi lain, jelas Putra pandemi Covid 19 telah menumbuhkan industri digital dengan sangat cepat. Para pelaku pariwisata mulai memanfaatkan inovasi teknologi. Salah satunya dengan virtual tourism untuk liburan online. Pemesanan tiket, hotel, paket wisata tanpa tatap muka atau dilakukan secara online.

“ASITA yang anggotanya adalah Biro Perjalanan Wisata (BPW) dan Agen Perjalanan Wisata (APW), kelihatan mulai kehilangan peran. BPW dan APW yang selama ini memainkan peran sebagai penghubung antara penyedia wisata dengan konsumen, telah diambil alih oleh system digital yang dioperasikan secara online,” tuturnya.

Menurut Putra, BPW dan APW tidak hanya menghadapi tantangan dari pandemi Covid 19, namun juga dari system online yang dioperasikan bukan oleh BPW dan APW. Agar ribuan perusahaan BPW dan APW yang menyerap jutaan tenaga kerja ini tidak gulung tikar, maka dibutuhkan strategi baru dalam menghadapi Persaingan Digital di Tengah Pandemi Covid 19, “Semoga persoalan ini bisa dikupas tuntas lewat Seminar Pariwisata dengan tema Startegi ASITA menghadapi Persaingan digital di tengah pandemi covid-19,” tukas Putra. (*/hel)

banner-home-panjang

Baca Juga

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *